Bahas Limbah Pabrik Kertas yang Viral di Medsos, Dinas Lingkungan Hidup Minta Bantuan Satpol PP. Seriuskah?

KARAWANG, TAKtik – Setelah gambar dan video yang diduga limbah pabrik kertas yang dibuang ke Sungai Cibeet jadi viral di media sosial (facebook), pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang mengaku sudah minta bantuan Satpol PP untuk menyegel pabrik tersebut.

“Permohonan penindakan itu kami sampaikan ke Satpol PP melalui surat Nomor 180/981/PPL tertanggal 7 Mei 2019,” kata Sekretaris DLHK, Rosmalia Dewi, saat sidang addendum amdal PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills 3 di aula kantor dinasnya, Kamis siang (9/5/2019). Walau kemudian, surat itu diakui oleh Kasatpol PP Asip Suhendar, tidak diterimanya.

Lantas ke mana surat itu? Rosmalia hanya menjelaskan, pabrik kertas yang berlokasi di Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan tersebut harus menghentikan aktivitas produksinya. Dia beralasan, pabrik Pindo Deli 3 belum mengantongi Izin Lingkungan dan Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKLH) dari instansi terkait.

Sedangkan penjelasan dari perwakilan PT Pindo Deli 3, Mei Yudi, mengaku bahwa pabriknya tetap berproduksi kendati tidak dilakukan secara penuh. Alasannya, karena harus menjamin kelangsungan hidup ratusan buruhnya. “Kami mohon maaf kepada masyarakat atas jebolnya tanggul limbah itu,” akunya.

Kepala DLHK Karawang Wawan Setiawan juga kemukakan, perintah penghentian aktivitas PT Pindo Deli 3 telah dituangkan dalam surat Nomor 660.1/927/PPL tertanggal 29 April 2019 yang ditandatanganinya. “Kami melayangkan surat itu karena banyak keluhan dari warga sekitar tentang perilaku Pindo Deli 3 yang membuang limbah cairnya secara langsung ke aliran Sungai Cibeet,” ujarnya. (tim/tim)

1 KOMENTAR

  1. Perjalnan terakhir rombongan kami adalah Pabrik Karet Banua Limasejurus di daerah Basirih juga. Ketika sampai ditempat, bau yang sangat tidak enak sudah tercium, mengalahkan bau yang ada di TPA Basirih, bau yang bikin pusing berasal dari karet yang diolah pada pabrik tersebut. Disana kami diberi kesempatan melihat proses pemanfaatan limbah hasil pembuatan karet menjadi air bersih, kemudian kami juga diajak masuk ke dalam pabrik pengolahan karet mentah yang siap di ekspor ke luar negri sesuai pemesanan dari beberapa negara bahkan dari pabrik- pabrik besar yang memerlukan karet mentah untuk diolah menjadi ban seperti B 0 ridgestone, Good year, dll. Pegawai, karyawan dan buruh disana mungkin sudah terbiasa dengan bau tidak sedap hasil dari proses pengolahan karet tetapi bagi orang- orang baru yang berkunjung kesana seperti kami, bau yang dihasilkan sangat tidak enak dan benar- benar bikin sakit kepala sehingga ingin sekali rasanya cepat- cepat meninggalkan tempat tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here