Pocong Palsu Jadi Modus Baru Pelaku Tindak Kejahatan?

KARAWANG, TAKtik – Kapolsek Tempuran Nana Sutisna mengimbau masyarakat yang melintasi Totoang Layapan pada malam hari untuk tetap waspada. Karena dalam beberapa hari terakhir warga diresahkan oleh penampakan pocong palsu yang ditengarai modus baru pelaku tindak kejahatan.

“Saat ini polisi sedang menyelidiki hal itu. Saya tidak percaya ada pocong. Saya putuskan mengecek langsung ke lokasi. Karena bisa jadi itu modus begal untuk mengagetkan calon korban. Dengan lampu senter dua orang anak buah saya memeriksa sawah dan saluran irigasi di pinggir jalan Layapan. Memang ditemukan sesosok benda putih mirip pocong di sana. Saat diperiksa, itu hanya bantal guling dan buntelan kain yang dibentuk mirip pocong menyeramkan,” kata Nana.

Dia yakin, benda tersebut sengaja disimpan oleh orang. Terkait motifnya, sedang diselidiki. Meski keterangan masih minim, ia mensinyalir ini modus baru para begal. Bukan sekadar prank atau perbuatan orang iseng semata. Diingatkannya, warga yang melintasi Layapan sebaiknya tidak sendirian. Pocong-pocongan itu, menurutnya, seperti sengaja dilakukan para penjahat.

Kali terakhir penampakan pocong palsu dialami buruh pabrik yang pulang larut malam atau Selasa dinihari (20/8/2019). Kondisi di jalur jalan yang jauh dari pemukiman penduduk itu dikenal gelap akibat minim lampu penerangan. Seperti juga dialami Rizki Tedy Setiawan (25) yang sempat tersentak kaget saat benda putih menyerupai pocong tiba-tiba meluncur dari atas pohon. Motor yang dikendarainya hingga oleng. Beruntung tidak sampai terjatuh.

“Peristiwa itu saya alami ketika dalam perjalanan pulang dari arah Tempuran menuju Karawang kota. Waktu itu sekitar pukul 00.30 WIB. Jika tidak segera sadar dari kepanikan, mungkin motor saya nyungsep ke kali irigasi. Bisa jadi ini modus baru kalangan begal kendaraan bermotor. Saya sangat setuju pihak kepolisian setempat segera mengambil tindakan untuk bisa menemukan dan menangkap pelaku. Apapun dalih pelaku, jelas perbuatannya bisa mencelakakan orang, terutama pengendara sepeda motor,” ungkap Rizki. (tim/tik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here