Ketahuan Berselingkuh, Istri Sendiri Dicekik Hingga Tewas?

KARAWANG, TAKtik – Aksi jalan pintas dengan cara menghabisi nyawa orang lain yang dianggapnya “mengganggu” oleh pelaku, kini tidak lagi mengenal siapa korbannya. Karena orang terdekat sekalipun, bukan lagi jaminan nalar sehat pelaku terkendali.

Kali ini, lagi-lagi ada seorang suami yang sangat tega membunuh istrinya sendiri hanya beralasan sering perang mulut setelah diketahui memiliki WIL (wanita idaman lain) atau selingkuhan. Terduga pelaku yang diketahui bernama Amun (42), kini sudah dinyatakan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Karawang.

“Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku membunuh istrinya karena punya wanita lain. Dia juga mengaku rumah tangganya sering cekcok,” ungkap Kapolres Slamet Waloya saat ekspose kasus ini di Mako Polres Karawang, Rabu pagi (26/9/2018).

Kepada penyidik, tersangka mengaku menghilangkan nyawa istrinya, Suhaeni (45), sekitar pukul 07.00 WIB. Yaitu, dengan cara dicekik lehernya di tengah korban masih tertidur di rumah kontrakannya di Kampung Rawabagi RT 03/16, Kelurahan Plumbonsari, Kecamatan Karawang Timur.

Pengakuan tersangka tersebut masih didalami penyidik. Kata Kapolres, pihaknya sedang menelusuri kemungkinan ada orang lain yang turut membantu tersangka dalam aksi biadabnya itu. Sedangkan awal kasus dugaan pembunuhan ini terungkap setelah diketahui tetangganya. Tidak butuh waktu lama, tersangka pun langsung ditangkap polisi.

“Dari pengakuan tersangka, saat itu ia masukĀ  ke kamar dan langsung mencekik leher korban dengan kedua tangannya. Korban sempat terbangun dan berontak. Tetapi, tersangka malah semakin mengencangkan cekikannya. Tersangka baru melepaskan cekikannya setelah korban tidak bernafas lagi,” beber Kapolres.

Pengakuan tersangka pula, ia membunuh istrinya seorang diri. Alasannya, hanya karena kesal istrinya dianggap sering mencari gara-gara untuk bertengkar. Kini, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. (tim/tik)

BAGIKAN
Berita sebelumyaHMI Karawang Minta Pemerintah Tidak Alergi Terhadap Kritik
Berita berikutnyaJualan Kelontong dari Hasil Curian di Minimarket?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here